Info Sekolah
Sabtu, 24 Jan 2026
  • PPDB MAN 4 Agam Tahun Ajaran 2025/2026 telah dibuka. Silakan kunjungi MAN 4 Agam untuk informasi lengkap.
  • PPDB MAN 4 Agam Tahun Ajaran 2025/2026 telah dibuka. Silakan kunjungi MAN 4 Agam untuk informasi lengkap.
21 Juli 2025

PEMIMPIN YANG MENYUSAHKAN ORANG PASCA KEPEMIMPINANNYA

Sen, 21 Juli 2025 Dibaca 247x

By : Desmayuni

Tulisan ini tidak bermaksud menggiring imej pembaca terhadap kasus pemimpin yang lagi viral di negeri kita, lalu meracuni pikiran untuk menghujat pelaku kasus tersebut. Bukan.

Tulisan ini hanya mengisahkan seorang pemimpin yang setara presiden kala itu. Memimpin rakyat dengan kasih sayang, hidup “ndeso” dalam artian sederhana luar dalam. Mendahulukan kepentingan rakyat dari pada kepentingan keluarganya.

Seorang pemimpin yang pada dirinya berhimpun semua kebaikan. Kebaikan yang bukan lip service semata, melainkan dirasakan secara lahir batin oleh rakyatnya.

Dialah, Khalifah Abu Bakar Shiddiq.

Setiap hari, tepatnya menjelang fajar, Abu Bakar selalu mengunjungi sebuah gubuk tua di pinggir kota Madinah. Entah apa gerangan yang dilakukannya di gubuk itu.

Gelagat Abu Bakar ini mengundang perhatian Umar bin Khattab.

Suatu hari, saking keponya Umar bin Khattab, lalu mengintip aktifitas Abu Bakar. Dan setelah Abu Bakar meninggalkan gubuk itu, Umarpun masuk untuk memastikan sendiri apa yang telah diperbuat Abu Bakar yang membuat dirinya penasaran selama ini.

Alangkah terkejutnya Umar setelah masuk ke dalam gubuk itu. Dia menemukan seorang nenek tua yang buta dan lemah terbaring di sana.

Umar lalu mendekati nenek tua dan mencoba berkomunikasi.

“Apa yang dilakukan laki-laki itu (Abu Bakar) di sini?”

Nenek tua menjawab: “Demi Allah, aku tidak mengenalnya, wahai anakku. Setiap pagi dia datang, membersihkan rumahku ini dan menyapunya. Dia menyiapkan makan untukku. Kemudian dia pergi tanpa berbicara apapun denganku.”

Umar menekuk kedua lututnya, kedua matanya basah oleh air mata. Sontak bibirnya berkata lirih, “Wahai Abu Bakar, sungguh engkau telah membuat lelah para khalifah sesudahmu.”

Dalam riwayat lain, dikisahkan ketika Abu Bakar telah mendekati sakaratul maut, dia berkata kepada Aisyah, “Sesungguhnya ketika diangkat menjadi pemimpin kaum muslimin, kita tidak mengambil Dinar ataupun Dirham, tetapi kita makan dari tumbukan makanan mereka. Kita mengenakan sesuatu yang kasar dari pakaian mereka. Tidak tersisa pada kita sedikitpun dari harta kaum Muslimin selain seorang budak Habsyi, unta pembawa air, dan sehelai kain beludru yang telah usang. Jika aku meninggal, berikanlah semua itu kepada Umar.”

Aisyah lalu melaksanakan perintah Abu Bakar dengan mengirim utusan kepada Umar.

Demi menerima kiriman itu, Umar menangis hingga air matanya menetes dan berkata. “Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada Abu Bakar, sungguh dia telah membuat susah khalifah setelahnya”.

Itulah sekelumit kisah Khalifah Abu Bakar yang telah menyusahkan orang (Khalifah) pasca kepemimpinannya.

Dia pergi tanpa meninggalkan masalah berbelit-belit yang membuat pusing kepala rakyatnya.

Dia pergi tanpa meninggalkan harta, melimpah untuk tujuh turunannya.

Dia pergi tanpa meninggalkan utang, bahkan semua harta yang dimiliki telah didonasikan untuk kepentingan rakyatnya.

Dia pergi hanya meninggalkan kebaikan-kebaikan yang sulit ditandingi oleh orang (Khalifah) setelahnya.

Semua kebaikan telah diborong Abu Bakar, sehingga Umarpun merasa tidak ada lagi kebaikan yang spesial bisa dilakukannya menandingi sahabatnya itu.

Kita berdoa, semoga Allah menganugerahi kita pemimpin-pemimpin yang menyusahkan kita setelah habis masa jabatannya dengan kebaikan-kebaikan yang dapat kita jadikan role model seperti Abu Bakar. Aamiin.

Artikel Lainnya

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar